Laman

Senin, 27 April 2015

MOSI DEBAT BAHASA INGGRIS dan BAHASA INDONESIA SMA/SMK KABUPATEN LOMBOK TIMUR TAHUN 2015

Berikut ini adalah mosi Lomba Debat Bahasa Inggris tingkat SMA/SMK Kabupaten Lombok Timur Tahun 2015

1. This house should criminalize all form of high school bullying
2. This house regret the implementation of direct election
3. This house believe that gasoline price should be controlled by government
4. This house believe that death penalties for narcotics dealer will reduce the narcotics stuff dealing
5. This house will ban alcohol selling in retailer shop
6. This house believe that tourism development should be put into priority in East Lombok
7. Trash management should be decentralized to village level
8. Government should promote organic agriculture
9. This house believe that direct subsidy is bad for poverty eradication
10. This house will build special school for human with HIV
11. The government should provide enough vacancies before considering the migrant laborers moratorium
12. This house will stop migrant laborers deliveries
13. This house will dismiss KPK
14. This house will let students to bring smart-phone into classroom
15. This house believe that the deletion of religion item in ID Card will promote pluralism in Indonesia
16. This house should stop health insurance monopoly by BPJS
17. This house will erase death penalty from Indonesian Law
18. This house will increase tax
19. This house will erase pension system in Indonesia
20. This house would control the press
21. This house believes that sex education should be given earlier to students
22. This house will ban the facebook site
23. This house would ban the usage of plastic bags for food and beverage


Topik untuk debat bahasa Indonesia adalah sebagai berikut:

1. Sidang harus meng-kriminalisasi segala bentuk kekerasan di sekolah
2. Sidang ini menyesali pelaksanaan pemilihan umum secara langsung
3. Sidang ini percaya bahwa harga BBM harus dikontrol oleh pemerintah
4. Sidang ini percaya bahwa hukuman mati bagi pengedar narkoba dapat mengurangi peredaran narkotika
5. Sidang ini akan melarang penjualan alcohol di toko-toko
6. Sidang ini percaya bahwa pembangunan pariwisata harus menjadi prioritas di Lombok Timur
7. Pengelolaan sampah harus di-desentralisasi sampai ke tingkat desa
8. Pemerintah harus mempromosikan pertanian organik
9. Sidang ini percaya bahwa bantuan langsung tunai buruk bagi penuntasan kemiskinan
10. Sidang ini akan membuat sekolah khusus bagi orang dengan HIV
11. Pemerintah harus menyediakan pekerjaan yang cukup sebulum mempertimbangkan moratorium TKI
12. Sidang ini akan menghentikan pengiriman buruh migran
13. Sidang ini akan membubarkan KPK
14. Sidang ini akan mengijinkan sisw membawa “smart-phone” ke dalam ruang kelas
15. Sidang ini percaya bahwa penghilangan kolom agama pada KTP akan mendorong kehidupan yang lebih toleran di Indonesia
16. Sidang ini harus menghentikan monopoli asuransi kesehatan oleh BPJS
17. Sidang ini akan menghapus hukuman mati dari Hukum Indonesia
18. Sidang ini akan menaikkan pajak
19. Sidang ini akan menghapus system pension di Indonesia
20. Sidang ini akan mengontrol pers
21. Sidang ini percaya bahwa pendidikan sex harus diberikan lebih dini kepada para siswa
22. Sidang ini akan melarang penggunaan facebook
23. Sidang ini akan melarang penggunaan tas plastic untuk makanan dan minuman


Rabu, 03 Desember 2014

MENGGELANDANG DI SINI

Belum Pernah Risau Seperti Ini Sebelumnya

Menjadi seorang ayah tidak mudah di jaman seperti ini, di mana segala sesuatunya tidak menentu dan harga-harga melambung tinggi. Anak tentu saja tidak tahu apa makna kenaikan harga BBM yang "hanya Rp2.000". Mereka tahunya kenaikan harga Rp2.000/liter itu dibebankan ke orang tua. Dan orang tua harus menselaraskan kenaikan harga itu dengan uang yang dibutuhkan untuk membeli bensin supaya bisa terus ke sekolah setiap hari.

Saya tidak perlu lagi bertanya ke istri saya, apa butuh tambahan belanja atau tidak, dan dia memang tidak mengatakan apa-apa mengenai hal ini. Tapi saya tau, kalau dia ditanya, pasti jawabnya, "butuh". Saya tahu harga-harga di pasar naik segera setelah kenaikan harga BBM diumumkan. Kangkung, cabai, tempe dan tahu yang merupakan makanan sehari-hari (lebih dari anjuran hidup sederhana yang palsu itu), semua harganya naik. Barang yang tata niaganya seharusnya diatur dan diawasi pemerintahpun harganya menjadi tidak terkendali. Contohnya seperti harga gas LPG. Meskipun harga gas LPG resminya tidak ikut naik, tapi para pengecer juga ikut menaikkan harga dengan alasan ongkos angkut juga naik. Bahkan saya dengar dari teman saya, ada yang menjual gas LPG 3 kg seharga Rp23.000,-

Risau karena gaji belum bertambah, diikuti dengan kenaikan bayaran uang sekolah yang diputuskan oleh sekolah pada bulan Nopember dan harus dibayar per bulan Juli. Kenaikan bayaran sekolah ini pun "hanya Rp20.000/bulan". Tetapi kenapa bayaran sekolah tiba-tiba menyesuaikan dengan harga BBM? Bukankah pemerintah akan menerbitkan Kartu Indonesia Pintar (KIP) untuk masalah sekolah ini? Kapan?

Enam bulan lagi anak sulung saya akan tamat Sekolah Menengah dan saya masih belum punya gambaran, ke mana dia akan dikuliahkan dan bagaimana saya akan menanggulangi biaya masuk, gedung, SPP, sumbangan lain, kos-kosan, transport, uang buku, peralatan kuliah, uang bulanannya, yang semuanya tentu akan sangat mahal. Saya dengar pemerintah saat ini memusuhi pegawai negeri sehingga gaji tidak akan dinaikkan, sampai dengan penghentian gaji ke-13. Kenapa?

Mungkin ada yang menganggap saya tidak bersyukur karena sudah menjadi pegawai negeri dan tidak melihat jutaan orang di seluruh negeri mengantri menginginkan profesi yang sama. Sama sekali tidak begitu. Saya tidak ingin hidup mewah (mau hidup mewah juga, uang dari mana?)
Saya juga tidak ingin diistimewakan. Saya hanya merisaukan bagaimana nasib anak-anak saya? Apakah mereka bisa melanjutkan sekolah atau tidak? Itu saja.

Lebih risau lagi ketika saya banyak disodorkan informasi bahwa uang yang didapat oleh pemerintah dari menaikkan harga BBM sebanyak Rp100.000.0000.0000.000 (sengaja saya tulis angkanya supaya terasa banyaknya)dipakai untuk impor sapi (jumlahnya hampir setengah juta ekor), impor kapal dari china, dan mengimpor singkong dari vietnam. Bagaimana ini?

Risau.....kapankah kau pergi.


Minggu, 22 Juni 2014

Panduan Pemasangan Applikasi Dapodikmen

Pada tahun Tahun 2014 data sertifikasi akan menggunakan aplikasi DAPODIKMEN untuk SMA/SMK, aplikasi ini akan mendampingi Paket Aplikasi Sekolah PAS. Untuk saat ini telah dirilis versi 7.28 dan sedang dalam pengembangan versi 7.29. bagi sekolah yang akan memasang aplikasi versi 7.28 dapat unduh di http://dapo.dikmen.kemdikbud.go.id/portal/web/laman/download.
Cara Installasi-nya sama saja dengan cara memasasang PAS, hanya saja sedikit berbeda, karena dapodikmen ini berbasis web sedangkan PAS adalah aplikasi berbasis dekstop. Langkah sebelum installasi, pastikan bahwa sekolah telah mendapatkan KODEREG dari dinas pendidikan Kabupaten Lombok Timur (dapat menghubungi ibu Yuli Bahrain selaku Administrator Dapodikmen untuk Kabupaten Lombok Timur).
Kode reg ini tidak boleh salah dalam menyalin huruf besar dan huruf kecil,.. HARUS BENAR…!

1. Unduh PREFILL sekolah di http://dapo.dikmen.kemdikbud.go.id/portal/web/laman/download, perhatikan saat mengunduh prefill ini bisadilakukan setelah sekolah mendapat kode reg, CATAT tempat penyimpanan hasil unduhan
2. unduh aplikasi dapodikmen dari websie yang sama diatas
3. Tutup aplikasi lain yang sedang berjalan
4. Pastikan di PC tidak sedang jalan aplikasi webserver lain, seperti appserv., jika ada diuninstall dulu, mungkin kalau aplikasi webserver XAMPP, WAMPP bisa berjalan bersamaan(belum coba seh.....) hehehehe

1. jalankan unduhan

2. persetujuan installasi

3. lanjut pasang

4. mnntukan letak, pilih saja standar dengan tombol lanjut

5. Hasil installlan, kita peroleh ikon DAPODIKMEN di desktop, dan beberapa folder di drive C:\
6. Sebelum menjalankan aplikasi, terlebih dahulu kopikan hasil unduhan PREFILL ke folder prefill_dapodikmen, secara default folder tersebut barada di drive C:\
7. Jalankan aplikasi, lakukan registrasi dengan memasukkan email yang valid dan kode dengan benar.

Untuk lebih lengkapnya silahkan download di
https://drive.google.com/file/d/0B7n4mMM7g2G-WmZ6UEYxejdHUVE/edit?usp=sharing

copy linknya dan paste di browser anda

Rabu, 16 Oktober 2013

Kepala Sekolah Harus Bagaimana?

Suatu hari saya sedang menjalankan tugas journalistik saya dan seorang teman yang pejabat di Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dikpora) kabupaten Lombok Timur, Azizurrahman, mendekati saya dan menguraikan kekesalannya.

"Coba Anda muat ini di CR. (maksudnya adalah Koran harian Corong Rakyat - www.corongrakyat.co.id)
“Saya menilai SMA-SMA di kota tidak paham betapa pentingnya UKS ini.  Penilaian UKS ini tidak melulu hanya kebersihan sekolah, tetapi juga manajemen dan upaya sekolah dalam meningkatkan kesehatan warga sekolah,” tegas Azizurrahman dcengan muka kesal.
Saya agak kaget juga dengan pernyataan itu. "Ada apa?" tanya saya.

"Sekarang ini kami sedang melakukan penilaian UKS untuk sekolah SD, SMP, dan SMA Kabupaten Lombok Timur. Kami kemarin hari Senin (7/10/2013) mengadakan penilaian ke SMAN 2 Selong. Di sana tim kami dianggap tidak ada. Kami dicuekin. Kepala sekolahnya tidak mengerti UKS. Terus apa gunanya para Kepala Sekolah SMA itu melakukan study banding sampai ke Malaysia? UKS saja tidak mengerti,” tanya pria yang juga Kepala Seksi Kesiswaan Bidang PORA Dinas Dikpora Kabupaten Lombok Timur  itu dengan nada tinggi.

Saya tentu saja kaget dengan ungkapan Pak Aziz (begitu biasanya dipanggil). Saya berjanji untuk menindaklanjuti berita tersebut. Ketika saya kembali ke kantor Dikpora Lotim untuk melakukan wawancara dengan salah seorang pejabat yang lain di sana, saya bertemu dengan Ketua Tim Penilai UKS, H. Muhir, M.Pd yang memimpin proses penilaian di SMAN 2 Selong Senin itu. Saya langsung bertanya kepada pak H, Muhir mengenai keluhannya Pak Aziz itu. 

Ternyata tanggapannya agak berbeda. Pak haji Muhir mengatakan bahwa hal itu bukan masalah.
“Bagi saya tidak ada masalah, ketika kami datang hari itu Kepala Sekolah memang tidak ada karena sedang ada MKKS. Tetapi tugas penilaian bisa kami tuntaskan dan tidak ada masalah,” kata lelaki yang berprofesi sebagai pengawas SMK itu.

Hal ini tentu agak mengherankan saya, kenapa Ketua Tim Penilai bisa berbeda kesan dan pendapat dengan Ketua Panitia Penilai UKS.

Akhirnya saya menemui Kepala SMAN 2 Selong, Ahmad Supandi, M.Pd. Beliau mengaku kalau pada hari itu dirinya memang sedang tidak berada di sekolah.
“Ada pertemuan MKKS di SMAN 1 Suela, tapi saya sudah memberitahukan Wakil Kepala Sekolah dan guru-guru yang berhubungan dengan itu bahwa pada hari itu  ada penilaian UKS." 
" Terus terang saja kami agak bingung dengan pennilaian UKS. Kami tidak  pernah menerima surat pemberitahuan tentang akan adanya penilaian UKS. Apa saja yang akan dinilai, kami juga tidak tahu,” kata Kepala Sekolah. "Saya tahunya ada penilaian itu lewat telepon Ketua Panitia bahwa akan ada penilaian pada hari Senin. Telepon itu saya terima pada malam Sabtu (5/10). Katanya ada surat lewat UPTD Sukamulia, tapi kami tidak pernah terima,” terang pak Supandi, M.Pd. 

Pak Supandi mengatakan telah mendelegasikan penerimaan dan pelayanan Tim Penilai kepada para Wakil Kepala Sekolah. Dan itu sudah dilakukan. Teman-teman melaporkan semuanya berjalan lancar. Saya pikir ketidakberadaan saya di sekolah saat itu bukanlah suatu hal besar. Pada hari itu di SMAN 2 Selong juga sedang berlangsung Debat antar siswa SMA se Kabupaten Lombok Timur dengan tema Anti Korupsi. Dan tidak ada masalah saya tidak ada di sekolah karena semuanya sudah saya delegasikan. 
"Kami sudah dinilai. Jadi, saya tidak mengerti kalau ada pejabat yang mengatakan Kepala SMAN 2 Selong tidak mengerti UKS hanya karena saya tidak ada di sekolah hari itu," katanya sambil menunjuk sebuah Piala Juara I tingkat propinsi sebagai Green School.

Seharusnya mendapatkan predikat baik dalam lomba UKS tingkat Kabupaten tidak akan lebih sulit daripada mendapatkan Piala itu, batin saya. Saya kemudian meminta izin untuk mengelilingi sekolah tersebut. Dari hasil keliling-keliling itu saya temukan bahwa sekolah itu memang pantas mewakili kota Selong sebagai sekolah yang berhasil dalam UKS. Lingkungan sekolah yang bersih, nyaman dan hijau memberikan rasa betah di lingkungan sekolah.
Disinggung mengenai hasil studi banding ke Malaysia dan hubungannya dengan UKS, dengan tertawa kecil pria yang akrab disapa pak Pendo, yang pernah magang di Australia selama setahun sebagai peserta pertukaran Guru Indonesia - Australia tersebut.itu menjawab tidak ada hubungannya.
“Yang kami pelajari di Malaysia itu adalah system pembelajaran, manajemen sekolah, dan manajemen kurikulumnya. Kami ingin tahu bagaimana mereka mengelolanya sehingga pendidikan mereka bisa maju,” tandasnya.
Hal itu, tambahnya pula, kemudian saya terapkan di sekolah sehingga anda bisa lihat sekarang, SMAN 2 Selong jauh lebih baik dibandingkan dengan keadaannya tiga tahun yang lalu. Jadi kami tidak jauh-jauh ke Malaysia untuk belajar UKS.

Saya jadi ingat apa yang dikatakan oleh Albus Dumbledore kepada Harry Potter,"Greatness inspires envy. Envy engenders spites. Spite spawns lies."
Ada Kepala Sekolah yang sudah bekerja keras dan menghasilkan hal-hal yang luar biasa. Tetapi menjadi luar biasa saja tidak cukup. Ada hal-hal di luar logika dan perhitungan kasat mata yang harus dibayar (di Indonesia).