Laman

Senin, 01 April 2013

Generasi Rasta



Ada satu lagi komunitas unik anak muda Lombok yakni Komunitas Rasta-mania. Mereka adalah kumpulan para penggemar musik Jamaica. Atributnya adalah rambut gimbal, dengan atau tanpa tambahan assesories berupa gelang tangan dan kaki, kalung, dan baju merah-kuning-hijau. Rastamania ini datang dari generasi, kelamin, latar belakang pendidikan, dan ekonomi yang sangat variatif. Dengan semboyan "Sama Rasa, Sama Rata, Sama-sama Rasta" mereka bisa berbaur satu sama lain dalam satu kegilaan musik reggae dan tentu saja Bob Marley.


Demam reggae bisa jadi merupakan sebuah fenomena sosial yang menarik untuk dikaji mengingat perkembangannya yang luar biasa pesat. Komunitas rasta sedang demam melanda remaja pulau Lombok, meskipun sebenarnya, anggota komunitas ini tidak hanya dari para remaja, melainkan juga para dewasa yang sudah masuk club the forties. Di kota Mataram saja terdapat tidak kurang dari 20 gank rasta dengan jumlah anggota ribuan. Sifat keanggotaan biasanya terbuka. Syarat menjadi anggota juga tidak ribet. Setelah menjadi anggota komunitas, tidak ada kewajiban finansial atau moral yang harus dipegang teguh. Cukup dengan kesamaan hoby dan keinginan tentang musik rastafari. Meskipun begitu, ada konvensi yang harus ditaati oleh setiap orang yang ingin bergabung dalam komunitas, yakni siap sama rasa dan sama rata dengan anggota lain. Hal ini menyebabkan anggota gank rasta bersifat cair dan selalu bertambah, sesuai dengan suasana kelompok dan kecocokan jiwa mereka yang mau bergabung ke dalamnya. Hal ini juga menjadi salah satu penyebab kenapa komunitas rasta juga bermacam-macam. Ada kelompok yang anggotanya terdiri atas remaja tanggung usia 13 sampai 20-an. Ada yang terbentuk karena sama-sama memiliki kesukaan terhadap jenis kendaraan tertentu. Meskipun begitu, identitas rastafaria tetap sama yakni rambut gimbal, warna merah-kuning-hijau.